(Foto: Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum Kepala BNNP Jateng Dalam Acara Ngaji P4GN Bareng)
GROBOGAN, SUARAJAVAINDO.COM – Dalam upaya memperkuat serta menjalin kerja sama pencegahan dan rehabilitasi berbasis komunitas di lingkungan pesantren, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengadakan acara “Ngaji P4GN Bareng Kepala BNNP Jateng dan Santri Penggerak Pondok Pesantren Bersih Narkoba” di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Pada hari Kamis tanggal (03/07/2025) Siang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BNNP Jateng, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, berserta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda) Kabupaten Grobogan. Dalam suasana yang penuh semangat dan religius, acara ini juga disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes, KH. Muhammad Sofie Al Mubarok, AH dan ratusan santri dari berbagai daerah.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum mengatakan, pendekatan berlandaskan agama dan budaya lokal sangat efektif dalam upaya pencegahan peredaran narkotika.
Hal itu dikatakannya dalam acara bertajuk ”Ngaji P4GN Bareng Kepala BNNP Jateng” di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025).
”Melalui pesantren, kita membangun ketahanan diri dan keluarga dari narkoba. Ini bukan hanya tugas BNN, tetapi tugas seluruh elemen bangsa. Dan pesantren adalah benteng terakhir moralitas anak bangsa,” ujarnya.
Kepala BNNP Jateng, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum mengungkap pentingnya posisi strategis santri dalam memberantas peredaran gelap narkotika melalui pendekatan pencegahan yang berbasis nilai-nilai agama.
”Santri adalah garda moral bangsa. Sangat penting bagi santri untuk memahami bahaya narkoba dan menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan bersih dari narkoba,” imbuhnya.
Kepala BNNP Jateng, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum pun mengajak seluruh pondok pesantren di Jawa Tengah untuk bersama-sama membangun Ponpes Bersinar atau Bersih Narkoba. Hal itu demi mencetak generasi Indonesia Emas yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia,” Tutupnya.
Sementara itu Pengasuh Ponpes, KH Muhammad Sofie Al Mubarok menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi nasional dalam melawan bahaya narkoba.
Pengasuh Ponpes, KH Muhammad Sofie Al Mubarok menyampaikan bahwa,” Kami di pesantren siap menjadi mitra BNN dalam jihad melawan narkoba. Kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentengi akhlak santri dari pengaruh buruk di luar,” ungkapnya.
Pengasuh Ponpes, KH Muhammad Sofie Al Mubarok juga mengajak seluruh santri agar tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas. Namun lebih jauh juga pejuang yang tangguh dalam menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” Pungkasnya.
(BANU ABILOWO)
