GROBOGAN, Suara javaindo.com.
Jetis depo, wilayah ditengah kota purwodadi. Adalah sebuah kampung yang terbagi menjadi dua, RT 07 dan RT10 Rw 16.
Bagi kalangan sebagian orang yang masih mengingat pada masa tahun 80-90an dianggap sebagai kampung yang sangat kumuh.
Pada masa itu warga yang tinggal dikampung tersebut tidak lepas dari kegiatan dunia hitam, diantaranya melakukan kegiatan perjudian, miras juga tidak lepas dari kriminalitas.
Semenjak berdirinya musholla Al ghofur kampung tersebut lebih beradab dan lebih agamis.
Setiap menjelang maghrib anak anak berbondong bondong datang untuk melaksanakan sholat maghrib dan dilanjut dengan mengaji.
Apalagi semenjak diketua bapak Bari, merupakan pensiunan di Dinas LLD kabupaten grobogan.
Setiap tahun musholla al ghofur mengadakan kegiatan yang positif.
Seperti kegiatan malam ini, tepatnya tanggal 5 juli 2025 (sabtu pon).
Selepas sholat maghrib warga berbondong bondong hadir melaksanakan santunan bagi anak yatim di musholla al ghofur.
Dengan diawali pembacaan manakip syech abdul khadir jaelani.
Dipimpin bapak kyai Juwandi sebagai pemangku musholla al ghofur, masyarakat mengikuti setiap doa yang keluar dari bibir bapak kyai dengan khidmad.
selanjutnya acara santunan dimulai dengan anak yatim berjumlah 3 orang, diantaranya,
1. Muhammad fadil putera dari alm bapak jujun
2. Muhammad nafi putera dari bapak muhammad fuadzi
3. Afif putera dari bapak heri s.
Pada saat dimulai acara santunan, terlihat orang tua anak yatim terlihat menangis terisak isak, demikian juga dengan para darmawan terlihat terharu menahan sedih.
Dana santunan anak yatim itu sendiri berasal dari tabungan jamaah yasin bapak bapak, jamaah yasin ibu ibu, yang dikumpulkan setiap selasa seminggu sekali,
ditambah juga para dermawan dari warga sekitar.
Seperti yang disampaikan oleh ketua panitia bapak jasman , ” dana santunan juga berasal dari iuran warga, dimana dari di RT 07 terkumpul Rp 1.746.000,- dan warga RT 10 RW 16 sebesar Rp 487.000,- tuturnya.
Ditempat terpisah salah satu pemberi santunan yg merahasiakan identitasnya, berharap kepada panitia untuk bisa menambah dengan mengundang anak yatim di sekitar kampung, biar lebih meriah, imbuhnya.
Darmanto
