Utama  

Masyarakat Desa Sukorejo – Tegowanu Mendapatkan Bantuan Benih Padi 13.625 kg Dari Kementerian Pertanian Untuk 545 Ha Sawah

GROBOGAN, SUARAJAVAINDO.COM –

Kabupaten Grobogan perlahan bangkit usai dilanda banjir yang merusak ratusan hektare lahan pertanian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten, serta Bank Indonesia turun tangan, memberikan bantuan bagi para petani yang terdampak.

Dalam hal ini sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian sebanyak 13.625 kilogram untuk wilayah Kabupaten Grobogan.

Penyerahan bantuan benih padi sebanyak 13.625 kilogram untuk lahan seluas 545 hektar diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemun di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan, Pada hari Kamis tanggal (03/07/2025) Siang.

Bantuan benih padi untuk petani yang terdampak banjir di Kabupaten Grobogan pada Mei 2025 tersebut diberikan langsung oleh wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin kepada 16 kelompok tani di Kabupaten Grobogan didampingi Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama Forkopimda Kabupaten Grobogan.

Bupati Grobogan Setyo Hadi mengungkapkan, akibat banjir pada pertengahan Mei 2025, ada 373 hektare sawah dan 15 hektare tembakau di Kecamatan Tegowanu rusak. 

Akibat terendam banjir, tanaman padi yang masih berusia 25–30 hari terendam dan mengalami puso. Sebanyak 439 rumah warga juga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Renggong.

“Namun tanggul jebol di Sungai Renggong sudah selesai diperbaiki dan sejumlah tanggul kritis lainnya masih dalam proses,” kata Setyo Hadi Bupati Grobogan.

Setyo Hadi menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan adalah daerah terluas kedua di Jawa Tengah dengan potensi pertanian mencapai 124.000 hektare. Komoditas unggulannya meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah, pisang, tebu, dan tembakau.

“Bantuan ini bukan hanya dukungan moril, tapi harapan nyata bagi kami untuk bangkit demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,”Ujarnya.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menambahkan,” pemberian bantuan itu merupakan bagian dari langkah strategis nasional untuk meningkatkan produksi pangan.

Bantuan benih padi tersebut dari Kementerian Pertanian sebanyak 13.625 kg untuk luas lahan 545 hektare, diberikan kepada 16 kelompok tani di Kabupaten Grobogan.

Kemudian bantuan mesin pompa air dan alat transplater dari Bank Indonesia untuk Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Kelompok Tani Ngudi Mulyo I. 

Selain itu ada pula bantuan 28 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk pengendalian hama, dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman padi.

“Swasembada pangan adalah bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo. Grobogan dan Demak jadi titik penting untuk penguatan produksi pertanian,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan, bahwa Grobogan merupakan kabupaten memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, karena menjadi produsen padi unggulan.

“Grobogan menyumbang hampir 10 persen dari kontribusi pangan Jawa Tengah. Maka lahan pertanian yang sudah masuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)  harus kita pertahankan. Tidak boleh dialihfungsikan,” tegas Taj Yasin.

Di hadapan para petani penerima bantuan, Wagub Jateng mengatakan,  ke depan tantangan pangan semakin kompleks. Faktornya antara lain akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan.

“Panjenengan semua adalah pahlawan pangan Indonesia. Maka menjaga lahan dan hasil panen adalah bagian dari perjuangan kita bersama,”  tambah Wagub Taj Yasin.”

Disebutnya, Grobogan perlahan bangkit usai dilanda banjir yang merusak ratusan hektare lahan pertanian. Pemprov Jateng menggandeng pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, serta Bank Indonesia turun tangan, sekuat tenaga mengatasi dampaknya.

Kepala Desa Sukorejo Sriyono mewakili warga masyarakat Desa Sukorejo mengucapkan terima kasih atas bantuannya kepada Pemerintah Pusat Pemerintah Propinsi Jawa tengah yg membantu memberikan benih Padi,” Ucapnya.

Disampaikan oleh Sriyono Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional untuk meningkatkan produksi pangan bagi masyarakat terutama masyarakat Desa Sukorejo,” Ungkapnya.

 Sriyono berharap 

Bantuan ini bukan hanya dukungan moril, tapi harapan nyata bagi masyarakat kami untuk bangkit demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Desa Sukorejo,” Pungkasnya.

(BANU ABILOWO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *