PEKALONGAN, SUARAJAVAINDO.COM – Dalam rangkaian hari lingkungan hidup Pemkab Batang mengadakan FGD (Focus Group Discussion) ajak Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur bahas topik Sinergi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Urang – Boyo
Sebagai langkah Mitigasi Bencana, pada hari Senin, 23 Juni 2025, pukul 08:30 berlokasi di Wonobodro.
Acara tersebut di gelar dalam rangkaian hari lingkungan hidup dan diadakan untuk membahas pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai ) Urang – Boyo secara bersama-sama guna mengurangi risiko bencana.
FGD yang juga dihadiri oleh Administratur/K. KPH Pekalongan Timur Angkat Wijanto dan Kepala PHW Pekalongan Danu Prasetyo.
Disampaikan oleh Administratur/K.KPH Pekalongan Timur Angkat Wijanto,” Kegiatan
ini merupakan forum diskusi yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, lembaga terkait, masyarakat, dan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengelolaan DAS Urang – Boyo,” Ucapnya.
“Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi masalah, mencari solusi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengelolaan DAS yang berkelanjutan dan efektif dalam upaya mitigasi bencana,” Ungkapnya.
Angkat Wijanto menegaskan, Beberapa topik yang kemungkinan akan dibahas dalam FGD ini antara lain:
Identifikasi masalah dan potensi risiko bencana di DAS Urang – Boyo. Ini mencakup banjir, longsor, kekeringan, dan dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi di wilayah tersebut,” jelasnya.
Ditambahkan oleh Angkat Wijanto bahwa,”Kita harus
Evaluasi kondisi eksisting DAS Urang – Boyo. Mencakup kondisi hidrologi, tata guna lahan, vegetasi, dan aspek-aspek lain yang terkait dengan pengelolaan DAS,” Imbuhnya.
Lebih lanjut Angkat Wijanto menyampaikan, Perumusan strategi pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Termasuk upaya konservasi lahan, rehabilitasi hutan dan lahan, pengelolaan tata ruang, serta peningkatan kesadaran masyarakat,” bebernya.
“Untuk itu Peningkatan kapasitas dan sinergi antar pihak terkait. Melibatkan pelatihan, pendampingan, dan penyediaan sarana prasarana yang dibutuhkan,” Ujarnya.
Menurutnya Penyusunan rencana aksi mitigasi bencana. Berupa langkah-langkah konkret yang akan dilakukan oleh masing-masing pihak untuk mengurangi risiko bencana.
FGD ini,”Tandasnya.
Angkat Wijanto berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah yang efektif dalam membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan pengelolaan DAS Urang – Boyo yang berkelanjutan dan mampu mengurangi risiko bencana,” Pungkasnya.
(BANU ABILOWO)