GROBOGAN, SUARAJAVAINDO.COM – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih mengadakan penghijauan dengan menanam pohon sebanyak 1.500 plances yang ditanam pada Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Waduk Simo di petak 4 seluas 13,5 ha yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bedoyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kragilan Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Pada hari Senin tanggal (07/07/2025).
Hadir dalam acara itu Kepala BKPH Kragilan Beserta jajaran Pemerintah Desa Simo, LMDH, Ormas Pemuda APIC,dan warga masyarakat di sekitar waduk.
Dalam sambutannya pada acara itu Administratur/ K.KPH Gundih Haris Setiana malalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan BKPH Kragilan Rudy Hartono, menyampaikan Apresiasi kepada semua lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga lingkungan dan hutan, melalui penanaman pohon bersama di sekitar waduk Simo ini.
Rudy Hartono berharap dengan melakukan penghijauan bersama ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pendangkalan di waduk simo .
“ Aksi gerakan menanaman pohon ini sangat penting dilaksanakan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menjaga dan melestarikan alam.
Ia berharap, gerakan ini terus meluas dan menginspirasi semua pihak,” ungkapnya .
Lebih lanjut Rudy kegiatan penanaman bersama tersebut bertujuan untuk menghijaukan dan memulihkan kawasan di sekitar waduk Simo ini merupakan salah satu upaya agar tidak terjadi pendakalan sehingga
Sebanyak 1.500 plances tanaman buah dan rimba campur di tanam dianatarnya klengkeng, alpokat , metoa, sirsak, trembesi, johar,mahoni dan salam di tanam di sekitar waduk Simo.
Sementara itu Kepala Desa Simo Kecamatan Kradenan Meidji dalam sambutannya mengatakan bahwa jajaran pemerintah desa akan selalu ikut dan partisipasi dalam setiap kegiatan penanaman.
Disampaikan oleh Meidji Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian kita untuk menjaga kelestarian lingkungan,guna mencegah terjadinya pendakalan di waduk Simo mengingat waduk simo itu sendiri berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak di laksanakan saja, namun jaga dan rawat tananaman yang sudah kita tanam , kegiatan penanaman ini akan terus kita kawal bersama dan berkelanjutan secara bertahab. Setiap musim hujan kita akan agendakan penanaman dan penyulaman sampai lokasi sekitar waduk tersebut tertutup keseluruhan dan menjadi kawasan hutan yang hijau,“ Tutupnya.
Dalam waktu dan tempat bersamaan upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan hutan tersebut Perum Perhutani KPH Gundih juga melakukan pelepasan burung di Petak 4 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kragilan KPH Gundih,
Kepala BKPH Kragilan Rudy Hartono mengatakan bahwa,” Burung merupakan indikator kualitas lingkungan di sekitarnya. Secara ekologis burung memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Perilaku alami dalam kesehariannya seperti menebar biji-bijian dan menyerbuk bunga bungaan, bahkan mengendalikan hama tanaman menjadi berkah tersendiri bagi umat manusia.
Lanjut Kepala BKPH Kragilan populasi burung di Kawasan Hutan Perhutani cenderung mengalami penurunan. Penurunan populasi burung diantaranya disebabkan karena perburuan liar yang dilakukan manusia. Karena itu, untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan, populasi burung harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh manusia itu sendiri, ungkap Rudy Hartono.
Dalam hal ini berbagai upaya dilakukan oleh Perhutani KPH untuk melestarikan populasi keanekaragaman hayati di kawasan hutan, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi larangan perburuan liar, patroli rutin serta pengkayaan keanekaragaman hayati seperti yang kami lakukan sekarang ini.
“Ada 200 lebih burung dari berbagai jenis yang kami lepas ke alam bebas di kawasan hutan diantaranya burung kutilang,Trucuk, perkutut tekukur,burung – burung ini lah yang sering kita jumpai di kawasan hutan “, Katanya.
Sementara itu Eko Sri Mulyono ketua Ormas Pemuda APIC mengungkapkan,” rasa terimakasihnya kepada Perum Perhutani KPH Gundih yang didalam pengelolaan hutannya juga memperhatikan kelestarian lingkungan seperti keberadaan burung.
“Dengan dilepas liarkan burung di alam liar dapat tumbuh dan berkembang di alam karena burung yang di lepas liarkan merupakan habitat asli alami.
Ini merupakan salah satu kepedulian kita bersama untuk menjaga agar hutan tetap lestari.” pungkasnya.
(BANU ABILOWO)
