BOYOLALI , SUARAJAVAINDO.COM – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa hadiri Ground breaking pembangunan gudang ketahanan pangan Polri di Jalan Karanggede – Gemolong, Desa Pakisan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali,Pada hari Kamis (05/06/2025).
Pembangunan gedung tersebut adalah komitmen Polisi Daerah (Polda) Jawa Tengah dalam mendukung Ketahanan Pangan sebagai program Nasional.
Adapun peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan oleh Kapolda Jateng, Irjen Ribut Hari Wibowo yang memimpin langsung acara tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, Waka Polda Jateng Brigjen Usman Latif beserta para pejabat utama Polda Jateng dan Kapolres se-Solo Raya, jajaran pemerintah daerah, Perum Perhutani KPH Telawa, Administratur/K.KPH Heri Nur Afandi di dampingi Wakil Administratur/KS.KPH Telawa Pirmansyah, S,E ,Wakil Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Anton Fajar Agung dan perwakilan instansi terkait lainnya.
Gudang tersebut terdiri dari dua unit dengan total luas bangunan mencapai 654 meter persegi. Keberadaan gudang itu dimaksudkan untuk dapat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat sekitar, terutama dalam mengelola hasil panen dan distribusi pangan ke berbagai daerah.
Pada kesempatan tersebut Wakapolda Jateng, Brigjen Usman Latif, menyampaikan,” pembangunan gudang tersebut adalah bagian dari implementasi kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto. Ketahanan pangan merupakan bagian dari prioritas pembangunan nasional di era Prabowo.
“Pembangunan gudang ini adalah langkah strategis untuk mendukung ketersediaan dan keamanan pangan, khususnya hasil panen jagung. Selain difungsikan sebagai tempat penyimpanan, fasilitas ini juga akan menjadi pusat logistik Polri dalam menghadapi situasi darurat, bencana alam, atau dalam rangka penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Didalam Keterangannya,
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menambahkan,” pembangunan gudang tersebut adalah rangkaian dari program ketahanan pangan inisiatif Polda Jateng sejak akhir 2024. Polda Jateng telah menyiapkan lahan produktif seluas 4.954,44 hektare yang tersebar di 8.563 titik dengan melibatkan personel Polri sebagai penggerak utama dan petani lokal,”Terangnya.
“Sebanyak 5.910 petani yang tergabung dalam 338 kelompok tani di Jateng terlibat dalam program tersebut. Adapun hasilnya produksi jagung di Jateng meningkat sangat signifikan,” Ungkapnya.
Disampaikan oleh Kombes Artanto
Pada kuartal IV 2024 atau Oktober-Desember 2024, 912.756 ton jagung berhasil dipanen. Pada kuartal I 2025 atau Januari-Maret 2025, panen jagung meningkat menjadi 1.218.986 ton. Hal tersebut menunjukkan peningkatan hasil panen jagung sebanyak 306.230 ton atau 33,56 dalam kurun waktu tiga bulan,” tandasnya.
Menurut Kabid Humas Polda Jateng,”
Peningkatan tersebut mencerminkan intervensi langsung oleh Polri melalui program ketahanan pangan tidak hanya berdampak secara administratif, tetapi juga menunjukkan hasil nyata yang dirasakan langsung masyarakat,” Tutupnya.
Sementara itu,
Wakil Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Anton Fajar Agung menyampaikan bahwa,” Apresiasi kepada Polri dalam mendukung program Pemerintah RI Ketahanan Pangan Nasional,” Ujarnya.
“Perum Perhutani KPH Telawa dalam hal ini juga mendukung program ketahanan pangan sebagai program dari pemerintah, semoga dengan dibangunnya gudang ini dapat memberikan dampak positif kepada petani khususnya petani sekitar hutan,” Pungkasnya.
(BANU ABILOWO)
