Suarajavaindo.com
Grobogan, Pendopo Kabupaten Grobogan berubah wajah selama dua hari terakhir. Di tengah lautan doa dan peluk perpisahan ribuan keluarga, puluhan tunas muda berseragam cokelat bergerak tanpa henti. Mereka bukan sedang berlatih di lapangan, melainkan menunaikan Dharma Bhakti.
Sejak Rabu 30 April hingga Kamis 1 Mei 2026, Pramuka Peduli Kwartir Cabang Grobogan turun gelanggang. Misi mereka satu: memastikan pemberangkatan 4 kloter jemaah haji Grobogan, Kloter 29, 30, 31, dan 32, berjalan lancar, manusiawi, dan penuh kenyamanan.
Totalitas Tanpa Batas di Garis Depan.
Kak Yogi Prasetyo, Andalan Cabang Kwarcab Grobogan Bidang Pengabdian Masyarakat, membeberkan kekuatan di lapangan.
“Setiap kloter kami siagakan 20 anggota Pramuka Peduli. Adik-adik bahu membahu dengan seluruh unsur terkait,” jelasnya.
Tugas mereka bukan sekadar simbolis. Sejak fajar, setangan Pramuka Peduli sudah bekerja. Tugas teknis yang menguras tenaga mereka emban dengan senyum:
1. *Penyambutan Hangat*: Menyambut jemaah di pintu masuk, memapah yang sepuh, mengantar hingga ke kursi di Pendopo.
2. *Logistik Tepat Sasaran*: Memastikan distribusi konsumsi bagi jemaah sebelum berangkat tidak terlewat satu orang pun.
3. *Manajemen Bagasi Presisi*: Menata ratusan koper ke bagasi bus. Memastikan tidak ada yang tertukar, sesuai nomor kloter dan manifes.
4. *Navigasi Massa*: Menjadi kompas bagi jemaah yang kebingungan mencari bus. Sekaligus mengatur arus lalu lintas di kawasan Pendopo yang padat pengantar.
Pengabdian yang Mengakar, Bukan Sekadar Seremonial.
Kak Heru Santosa, Wakil Ketua Kwarcab Grobogan Bidang Pengabdian Masyarakat, menegaskan aksi ini adalah napas tahunan Pramuka Grobogan. “Ini komitmen Pramuka Peduli. Wujud nyata bantuan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah,” tegasnya.
“Tujuan kami sederhana,” lanjut Kak Heru. “Agar prosesi sakral pemberangkatan haji ini lancar. Agar para tamu Allah merasa nyaman maksimal sejak dari beranda rumah sendiri, yaitu Pendopo Kabupaten.”
Kehadiran mereka mengubah wajah pemberangkatan. Yang biasanya riuh dan padat, menjadi lebih tertib. Semangat “Satya Ku Kudharmakan, Dharma Ku Kubaktikan” menjelma nyata. Terlihat jelas saat seorang Pramuka Penegak dengan sigap mengangkat koper besar milik jemaah lanjut usia, mengantarnya hingga ke pintu bus.
Di tengah ibadah haji yang khidmat, Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan membuktikan diri. Bahwa kode kehormatan Pramuka bukan sekadar hafalan. Ia adalah laku. Ikhlas bakti bina bangsa, siap sedia membangun masyarakat.
Pramuka Grobogan: Mengabdi Tanpa Henti, Melayani dengan Hati.

*(Darm)*
