Suarajavaindo.com
Grobogan, Kwartir Cabang Grobogan tidak main-main menyiapkan pemimpin masa depan. Lewat Uji Pramuka Garuda yang digelar maraton di sejumlah kwarran, Kwarcab Grobogan memastikan proses kaderisasi berjalan ketat sesuai Keputusan Kwarnas Nomor 038 Tahun 2017.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Kwarcab Grobogan Kak Suyitno saat meninjau Uji Pramuka Garuda di Kwartir Ranting Grobogan, Minggu (3/5/2026). Kegiatan dipusatkan di Sanggar Bakti Kwarran Grobogan.
“Menjadi Pramuka Garuda itu proses panjang, bukan tiba-tiba. Dimulai dari latihan rutin di gugus depan. Adik-adik didampingi pembina menyelesaikan SKU dan SKK dulu,” tegas Kak Suyitno.
Ia menjelaskan, peserta Uji Pramuka Garuda wajib memenuhi semua syarat dalam Jukran 038 Tahun 2017. Materi uji tidak main-main. Tim penguji turun langsung menguji tingkah laku, kepribadian, karakter, dan keterampilan peserta. Praktik lapangan dan wawancara jadi metode utama.
Yang menarik, ada syarat baru: melek digital. “Peserta harus punya kemampuan dunia digital. Ini bekal mereka jadi pemimpin bangsa di masa mendatang,” kata Kak Suyitno.
Uji Pramuka Garuda kali ini diikuti 83 peserta dari empat kwarran. Rinciannya: 31 Pramuka Siaga, 40 Penggalang, dan 12 Penegak. Mereka berasal dari Kwarran Grobogan, Brati, Klambu, dan Pulokulon.
Ketua Kwarran Grobogan Kak Sriyono saat membuka kegiatan menyebut Uji Pramuka Garuda bukan ujian biasa. “Ini momentum pembuktian diri. Pramuka Garuda itu simbol keteladanan. Tidak hanya cakap dan terampil, tapi karakternya harus kuat,” ujarnya.
Bagi Kwarcab Grobogan, gencarnya Uji Pramuka Garuda adalah investasi. Tujuannya jelas: melahirkan pemimpin berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman.

(Darm)
