SEMARANG[Suarajavaindo] – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ormas Keagamaan Kota Semarang Tahun 2026 di Hotel Noormans Semarang, Jalan Teuku Umar No. 27, Jatingaleh, Kecamatan Gajahmungkur, Kamis 13/8/2026. Mengusung tema “Sinergi Umat Beragama untuk Semarang Bebas Banjir dan Rob”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas agama dalam menghadapi persoalan lingkungan dan kebencanaan di Kota Semarang.
Rakor tersebut bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi menjadi ruang strategis yang mempertemukan organisasi masyarakat keagamaan dengan unsur pemerintah eksekutif dan legislatif. Hadir dari unsur eksekutif antara lain Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama Kota Semarang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Sementara dari unsur legislatif hadir Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan posisi FKUB sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat, umat beragama, serta pemangku kebijakan. Forum juga diperkuat unsur keamanan dan ketertiban, yakni Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Semarang Tengah, serta sejumlah organisasi pemerhati lingkungan.
Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. H. Mustam Adji, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kebersamaan antarumat beragama. Menurutnya, persoalan lingkungan dan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., menyampaikan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi keagamaan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Nilai-nilai keagamaan, kata dia, dapat menjadi landasan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, kelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si., turut menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pembangunan dan penanganan persoalan sosial maupun lingkungan dapat berjalan secara bersama, terarah, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan keynote speech bertema “Membangun Kesadaran Ekologis Umat Beragama untuk Kelestarian Lingkungan Kota Semarang.” Materi tersebut menyoroti pentingnya membangun kesadaran ekologis yang dimulai dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat ibadah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dari unsur legislatif, Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan tangguh terhadap bencana. Aspirasi yang muncul dari organisasi keagamaan diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperkuat kebijakan pencegahan dan penanganan banjir serta rob secara terpadu.
Melalui Rakor Ormas Keagamaan Kota Semarang Tahun 2026, FKUB mendorong lahirnya komitmen bersama lintas sektor untuk menjaga lingkungan. Umat beragama diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut mengambil peran aktif melalui edukasi, gerakan kebersihan, pengelolaan sampah, pemeliharaan saluran air, serta kepedulian terhadap kawasan rawan bencana.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti pembacaan fakta integritas bersama sebagai ikrar komitmen ormas keagamaan Kota Semarang, meliputi membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan, menggerakkan umat dan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menjaga sungai, kali, drainase dan lingkungan sekitar, mendukung program Pemerintah Kota Semarang dalam penanggulangan banjir dan rob, serta menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi dan kepedulian lingkungan.
Dengan forum tersebut, FKUB Kota Semarang semakin menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga kerukunan umat beragama, tetapi juga sebagai penghubung strategis antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, legislatif, dan komunitas lingkungan. Sinergi lintas iman dan lintas sektor diharapkan menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih bersih, aman, nyaman, berkelanjutan, serta semakin tangguh menghadapi ancaman banjir dan rob.
#PUR412.
