Baksos Terapi Tradisional di Wonodri, Puluhan Warga Antusias Mengikuti

SEMARANG[Suarajavaindo]  – Wujud kepedulian terhadap masyarakat, Lembaga Battra Supranatural Nusantara (Battra SN) Kota Semarang menggelar bakti sosial (baksos) penyehatan tradisional di Balai Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Bakti sosial yang digelar menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu melibatkan 13 terapis Battra SN Kota Semarang. Mereka memberikan berbagai layanan penyehatan tradisional secara sukarela kepada warga, khususnya dari lingkungan RW 01 hingga RW 13 Kelurahan Wonodri.

Beragam metode terapi ditawarkan dalam kegiatan tersebut, antara lain bekam kering, pijat kesehatan, pijat refleksi, hipnoterapi, pijat saraf, totok saraf, totok punggung, hingga gurah mata. Selain itu, tersedia pula layanan terapi yang ditujukan untuk membantu mengatasi keluhan nonmedis.

Para terapis memberikan pelayanan sesuai bidang keahlian masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pengabdian sosial serta memperkenalkan berbagai metode penyehatan tradisional kepada masyarakat.

Ketua Umum DPP Battra SN, Agust Surawan, yang akrab disapa Mbah Suro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan organisasi dalam membangun kepedulian dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

Menurutnya, bakti sosial tidak semata-mata menghadirkan layanan penyehatan tradisional, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan.

“Kami hadir bukan sekadar memberikan layanan penyehatan tradisional kepada warga, tetapi juga membawa energi kebersamaan dan semangat saling membantu. Inilah wujud nyata nilai-nilai persaudaraan tanpa batas,” ujar Mbah Suro.

Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan demikian, para terapis Battra SN tidak hanya mengembangkan keahlian, tetapi juga memiliki kesempatan lebih luas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC Battra SN Kota Semarang, Hartono Boyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian para terapis terhadap masyarakat, khususnya warga RW 02 hingga RW 07 di sekitar Kelurahan Wonodri.

Ia menyampaikan bahwa berbagai layanan terapi dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap pelayanan penyehatan tradisional secara sukarela.

“Berbagai jenis terapi kami hadirkan, mulai dari bekam, gurah mata, pijat saraf, totok punggung, hipnoterapi, dan sejumlah metode lainnya. Harapan kami, masyarakat bisa terbantu dan merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ungkap Hartono.

Menurut Hartono, respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup positif. Antusiasme warga bahkan memunculkan harapan agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin dengan melibatkan RW secara bergiliran.

Ia menilai, sosialisasi yang dilakukan lebih awal akan membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai jadwal kegiatan sehingga semakin banyak warga yang dapat berpartisipasi.

“Ke depan, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin. Jika memungkinkan, pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di setiap RW. Dengan sosialisasi yang lebih awal, warga yang ingin mengikuti terapi juga memiliki kesempatan lebih luas,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua RW 05 Wonodri, Tri Siswanto. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mendapatkan layanan penyehatan tradisional.

Tri Siswanto mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti salah satu layanan terapi untuk mengatasi keluhan pegal-pegal, nyeri, dan kebas yang dialaminya.

“Adanya kegiatan baksos ini sangat membantu, khususnya bagi saya pribadi. Sebelumnya saya memiliki keluhan pegal-pegal, nyeri, dan kebas. Setelah mendapatkan terapi dari salah satu terapis, saya merasa sangat terbantu,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara berkala sehingga semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti layanan tersebut.

“Semoga ke depan baksos seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya beberapa bulan sekali. Dengan begitu, masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan layanan penyehatan tradisional. Semoga Battra semakin dikenal dan bermanfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sepanjang kegiatan, suasana keakraban dan kekeluargaan terlihat antara para terapis dan warga yang hadir. Antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Melalui bakti sosial ini, Battra SN Kota Semarang berharap dapat terus memperluas pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, kepedulian, dan persaudaraan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila.  @M.Taufiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *