Semarang, 28 Oktober 2026
SEMARANG – Suarajavaindo.com –Ketua Dai Muda Inspiratif, HM. Budi Hidayat, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas terhadap rencana konser Andrea Bocelli di kawasan Borobudur pada 31 Oktober dan 3 November 2026.
Mengutip pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PP Muhammadiyah, dan sejumlah organisasi Islam yang telah menyampaikan sikap penolakan. Karena itu, pemerintah tidak seharusnya mengabaikan aspirasi masyarakat yang menuntut konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, persoalannya bukan sekadar konser musik. Bocelli pernah dikaitkan dengan penggalangan dana untuk militer Israel (IDF). Sehingga masyarakat mempertanyakan kepatutan pemberian panggung kepada figur yang memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel, di tengah penderitaan rakyat Palestina.
HM Budi Hidayat mengingatkan Presiden Prabowo agar meneladani ketegasan Bung Karno. Indonesia menolak penjajahan bukan hanya melalui pidato, tetapi juga melalui keputusan politik yang nyata.
Dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, Indonesia tidak mengundang Israel. Pada 1957, tim nasional Indonesia juga menolak bertanding melawan Israel dalam kualifikasi Piala Dunia 1958, sehingga kehilangan kesempatan melanjutkan perjuangan menuju putaran final.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa prinsip antikolonialisme harus diwujudkan melalui tindakan, sekalipun ada konsekuensi yang harus ditanggung.
Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip inilah yang seharusnya menjadi pedoman pemerintah Indonesia dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Palestina.
HM Budi Hidayat menuntut konsistensi antara sikap politik Indonesia dan kebijakan nyata pemerintah. Jangan sampai Indonesia lantang membela Palestina di forum internasional, tetapi abai ketika persoalan itu hadir di dalam negeri.
HM Budi Hidayat juga mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi dan mengambil langkah sesuai kewenangannya terhadap penyelenggaraan konser tersebut, termasuk pembatalan apabila ditemukan dasar hukum dan administratif yang memadai.
Membela Palestina bukan sekadar retorika. Ini soal prinsip, keberpihakan pada kemanusiaan, dan marwah bangsa.
Sumber : HM. Budi Hidayat
Ketua Dai Muda Inspiratif
