Warga Sukorejo Keluhkan Jalan Rabat Beton Retak, Diduga Akibat Lalu Lalang Truk  Pengangkut Tanah

GROBOGAN, SUARA JAVAINDO.COM  – Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, mengeluhkan kondisi jalan rabat beton yang mengalami kerusakan dan retak. Kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas lalu lalang mobil dump truck yang mengangkut tanah dari lahan persawahan milik warga untuk dijual ke luar daerah. ( Pada 10 September 2026 ).

Aktivitas pengangkutan tanah tersebut disebut-sebut menggunakan kendaraan berat serta melibatkan alat berat jenis ekskavator (bego) untuk melakukan pengerukan tanah persawahan.

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan itu memicu kekecewaan dan kemarahan warga. Masyarakat menilai kerusakan jalan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Warga pun meminta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pengerukan dan pengangkutan tanah tersebut agar bertanggung jawab serta segera melakukan perbaikan terhadap jalan rabat beton yang rusak.

Masyarakat berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara, sehingga kondisi jalan dapat kembali layak dan aman digunakan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sukorejo, Sriyono, menyampaikan bahwa dirinya sudah menghubungi pihak yang mengerjakan kegiatan tersebut.

Menurut Sriyono, pihak terkait menyampaikan bahwa jalan yang berlubang akan diperbaiki dengan mengisi bagian yang rusak menggunakan cor beton, kemudian diberikan lapisan blakin sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang diterima.

Pernyataan tersebut diharapkan menjadi tindak lanjut atas keluhan masyarakat. Warga menunggu realisasi perbaikan agar kerusakan jalan tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Hingga berita ini disusun, masyarakat berharap pihak yang bertanggung jawab segera merealisasikan perbaikan sesuai dengan kondisi kerusakan di lapangan.

Warga juga mengharapkan agar setiap aktivitas pengangkutan tanah menggunakan kendaraan berat memperhatikan kondisi serta daya tahan infrastruktur jalan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.

( Mg /Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *