Pengajian Rutin UMKM dan Terapis Kanjengan, Perkuat Kebersamaan untuk Geliatkan Ekonomi

SEMARANG[Suarajavaindo]  — Tak hanya mengandalkan aktivitas perdagangan, Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan, Kota Semarang, juga mengoptimalkan kegiatan keagamaan untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui pengajian rutin setiap dua pekan sekali yang digelar di Lantai 3 Pasar Kanjengan.

Kegiatan pengajian tersebut menghadirkan Gus Akhmad Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Roeworejo, Mijen, sebagai penceramah. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, pengajian ini diharapkan mampu menumbuhkan optimisme serta memperkuat solidaritas para pelaku UMKM dan terapis dalam mengembangkan usaha.

Ketua Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan, Bambang Sudiro, mengatakan pengajian rutin dan kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Kanjengan.

Menurutnya, pengajian bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pelaku usaha untuk memperkuat komunikasi, saling mengenal, dan membangun solidaritas.

“Tujuan pengajian ini agar kita, para UMKM dan terapis, bisa semakin guyub dan berjalan bersama. Apalagi, keberadaan terapis di sini sementara belum banyak dikenal masyarakat,” ujar Bambang.

Ia berharap, kegiatan yang digelar setiap dua pekan sekali tersebut dapat menjadi momentum untuk membangkitkan semangat para anggota dalam mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan potensi UMKM dan layanan terapi di Pasar Kanjengan kepada masyarakat luas.

Bambang optimistis, dengan kebersamaan dan semangat saling mendukung, aktivitas usaha di Lantai 3 Pasar Kanjengan akan semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

“Insyaallah, dengan kegiatan pengajian dua pekan sekali ini, kami berharap usaha para UMKM dan terapis semakin ramai, kuat, serta rezeki seluruh anggota diberikan kelancaran,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Akhmad Arifin menekankan pentingnya memadukan ikhtiar ekonomi dengan pendekatan spiritual. Menurutnya, upaya menggeliatkan aktivitas pasar tidak cukup hanya melalui kegiatan perdagangan, tetapi juga perlu diiringi doa dan permohonan kepada Allah SWT.

Ia mengajak para pelaku usaha untuk terus berikhtiar, menjaga semangat, serta memohon kemudahan dan keberkahan dalam setiap usaha yang dijalankan.

“Intinya, pengajian ini untuk meramaikan sekaligus menggeliatkan ekonomi pasar. Para pedagang bisa menikmati hasil dari apa yang mereka usahakan. Tidak hanya berbicara urusan duniawi, tetapi juga perlu ada permohonan khusus kepada Sang Maha Hidup agar dimudahkan, dilancarkan, dan dikabulkan apa yang menjadi harapan banyak orang,” tuturnya.

Gus Akhmad Arifin juga mengapresiasi semangat para pelaku UMKM dan terapis yang tetap bertahan menjalankan usaha di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan perdagangan daring.

Menurutnya, keberadaan pelaku usaha yang tetap memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat merupakan bukti ketekunan dan semangat perjuangan dalam mencari penghidupan.

“Saya paling senang dengan kelompok-kelompok UMKM seperti ini. Mereka tetap bertahan di tengah gempuran teknologi dan perdagangan online, tetapi masih ada yang menyediakan jasa secara langsung di tempatnya. Ini menjadi bentuk penghargaan saya terhadap jiwa-jiwa unik, para petarung dalam ikhtiar kehidupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap pengajian tersebut dapat terus berlangsung secara berkesinambungan dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk mengembangkan potensi ekonomi Pasar Kanjengan, khususnya di Lantai 3.

Menurutnya, pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang bagi tumbuhnya usaha mikro, jasa pelayanan, serta sumber penghidupan masyarakat yang perlu terus didukung.

Melalui pengajian rutin dua pekan sekali ini, Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan berharap dapat membangun lingkungan usaha yang lebih harmonis, memperkuat solidaritas antaranggota, serta meningkatkan daya tarik pasar bagi masyarakat.

Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan keagamaan tersebut diharapkan menjadi modal sosial untuk menggerakkan roda perekonomian, memperluas pengenalan usaha para anggota, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM serta terapis Pasar Kanjengan.

Poer bledeks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *