Warga Purwodadi Galang Kepedulian, Santuni Anak Yatim melalui Gerakan Sosial Berbasis Musholla
GROBOGAN[Suarajavaindo] – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan warga Kelurahan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Melalui gerakan sosial berbasis komunitas yang dipusatkan di Musholla Al-Ghofur, warga RT 07 dan RT 10 RW 16 Jetis Utara menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di lingkungan setempat, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang digagas bersama jamaah Yasin dan Tahlil mingguan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang kehilangan sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga.
Tiga anak yatim menerima santunan, yakni Fadil putra almarhum Kris Junaidi, Fariz putra Heri S., dan Nafi putra almarhum Zaenudin Fadli. Bantuan diberikan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus meringankan kebutuhan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia yang juga Ketua RT 07, Kyai Jasman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan jamaah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga RT 07 dan RT 10 yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim di sekitar kita. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan santunan tidak hanya menjadi sarana berbagi rezeki, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia berharap Musholla Al-Ghofur terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat bagi warga.
Dana santunan berasal dari partisipasi warga RT 07 dan RT 10, infak jamaah Yasin dan Tahlil mingguan, serta sumbangan sejumlah dermawan yang mempercayakan penyalurannya melalui panitia. Seluruh dana dihimpun secara sukarela sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama.
Sebelum penyaluran santunan, kegiatan diawali dengan dzikir bersama, pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan warga. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara.
Salah seorang warga, Sutiyo, berharap kegiatan santunan anak yatim dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Anak-anak yatim adalah tanggung jawab bersama. Semoga kegiatan ini tetap berjalan dari generasi ke generasi dan menjadi tradisi kebaikan yang tidak pernah terputus,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan terkecil.
Melalui kebersamaan dan keikhlasan warga, nilai-nilai ukhuwah, gotong royong, dan kasih sayang terus hidup serta memberikan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan masyarakat.
