SEMARANG[Suarajavaindo] – Ir. Agus Santoso kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Semarang untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua DPW PITI Jawa Tengah, Iskandar Chang, di Aula Balai Kota Semarang, Sabtu (18/7).
Pelantikan yang mengusung tema “Spirit Hijrah Wujudkan Harmoni dan Persaudaraan” tersebut dihadiri Dewan Pembina PITI Kota Semarang H. Azhar Combo, KH. Ahmad Darodji, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Semarang Bambang Wuragil, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Ketua DPW PITI Jawa Tengah, Iskandar Chang, mengatakan PITI memiliki peran penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membangun jembatan komunikasi antara umat Islam dan masyarakat Tionghoa. Menurutnya, organisasi ini terus berkembang dengan mengedepankan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan.
Ia mencontohkan keberadaan Masjid Cheng Ho yang menjadi simbol perpaduan dakwah Islam dan budaya Tionghoa. Hingga kini, empat Masjid Cheng Ho telah berdiri di Jawa Tengah, yakni di Welahan, Purbalingga, Salatiga, dan Magelang. Sementara satu masjid lainnya direncanakan dibangun di kawasan Gunung Tugel, Purwokerto, di atas lahan wakaf yang telah tersedia.

Iskandar juga menilai terdapat banyak kesamaan nilai antara budaya Tionghoa dan ajaran Islam, khususnya dalam penghormatan kepada orang tua dan pentingnya membangun karakter. Menurutnya, kesamaan nilai tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Dewan Pembina PITI Kota Semarang, H. Azhar Combo, mendorong pengurus baru untuk memperkuat tata kelola organisasi melalui pendataan anggota secara lebih tertib. Berdasarkan data sementara, anggota PITI Kota Semarang telah mencapai sekitar 300 orang.
Ia mengusulkan agar seluruh anggota memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bagian dari penguatan administrasi organisasi. Selain itu, pembinaan terhadap para mualaf juga perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui program pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PITI Kota Semarang, Ir. Agus Santoso, menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan yang kembali diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh dedikasi bersama seluruh jajaran pengurus.
Menurut Agus, PITI lahir dari semangat menyatukan komunitas Muslim Tionghoa di berbagai daerah dalam satu wadah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan keberagaman. Karena itu, PITI memiliki posisi strategis sebagai perekat persatuan di tengah masyarakat.
“PITI harus menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarkelompok masyarakat, meredam polarisasi, membuka ruang dialog, serta menghadirkan semangat persaudaraan dengan mengedepankan persamaan di atas berbagai perbedaan,” ujarnya.
Agus menegaskan, PITI juga berperan menghilangkan berbagai kesalahpahaman yang selama ini berkembang mengenai identitas Muslim Tionghoa. Melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kebangsaan, PITI diharapkan mampu memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.
“Komunitas Tionghoa semakin mengenal Islam, begitu pula umat Islam semakin memahami komunitas Tionghoa. Di situlah PITI hadir sebagai jembatan persaudaraan dan kebangsaan yang harus terus dirawat,” kata Agus.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PITI Kota Semarang diharapkan semakin aktif memperluas kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
