Temu Kangen Penuh Doa, Alumni SMANDA 92 Grobogan Kuatkan Silaturahmi dan Sedekah

GROBOGAN[Suarajavaindo] – Nostalgia bercampur bahagia mewarnai pertemuan Alumni SMANDA 92 Grobogan. Majelis temu kangen digelar di kediaman Bapak Hartoyo, Kepala Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati, Minggu 28/6/2026. Kali ini pertemuan tak hanya melepas rindu, tetapi juga diisi doa dan tahlil untuk para alumni yang telah berpulang ke rahmatullah.

Acara dibuka dengan sambutan tuan rumah. Dengan hati tulus, Bapak Hartoyo menyampaikan syukur atas silaturahmi yang kembali terjalin. “Alhamdulillah kita bisa berkumpul lagi. Semoga Allah memberi kita semua kesehatan, sehingga bisa hadir rutin dalam acara mulia seperti ini,” ucapnya.

Suasana semakin khidmat saat pembacaan doa dan tahlil bersama. Nama-nama alumni yang telah mendahului disebut satu persatu, diiringi doa dari keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran keluarga almarhum/almarhumah menjadikan majelis ini sebagai bukti nyata bahwa ukhuwah alumni tak putus oleh jarak maupun waktu.

Majelis ditutup dengan tausiyah bertema “Sedekah” yang disampaikan Ustadz H. Ali Mukhtar. Beliau berpesan agar jamaah terus membiasakan diri bersedekah tanpa henti. “Sedekah itu penyubur harta, penolak bala, dan penyejuk hati. Jangan pernah lelah menebar kebaikan,” tuturnya.

Di sela ceramah, Ustadz Ali menyelipkan canda yang menyejukkan. “Jangan segan-segan bersedekah kepada istri tercinta. Itu sedekah paling dicintai Allah dan paling membuat rumah tangga tentram,” selorohnya, disambut tawa ringan seluruh hadirin.

Sebagai penutup, para alumni berlomba memasukkan sebagian rezeki ke kotak sedekah. Infak tersebut diharapkan menjadi modal keberlangsungan kegiatan tiga bulanan, sekaligus mendukung program keagamaan lainnya.

Di sela acara, salah satu alumni yang enggan disebut namanya berharap agar ke depan seluruh angkatan bisa hadir. “Semoga acara tiga bulanan ini makin ramai. Biar makin banyak yang mendoakan, makin erat silaturahminya,” harapnya.

Dari Desa Lemah Putih, temu kangen SMANDA 92 Grobogan menjadi bukti bahwa persahabatan masa sekolah bisa tumbuh menjadi persaudaraan yang diridai Allah.

Darmanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *