Gus Zainal Ungkap Penemuan Situs Bersejarah Abad Ke 6-7 Era Kerajaan Kalingga di masa Ratu Shima di wonosobo

WONOSOBO –SUARAJAVAINDO.COM– Sosok pendakwah nyentrik sekaligus pelopor Safari Silaturahmi ziarah 1000 Wali dan pengobatan gratis se-Nusantara ,
Gus Zainal Santri Ndeso,Setelah malang melintang di berbagai daerah di indonesia khususnya jawa dan sumatra seperti lampung,sumsel,riau,bali,banten,Yogyakarta, jatim,madura dan jabar, kini masuk di kab wonosobo setelah bulan lalu di kebumen,di mana adalah provinsi kelahiran beliau sendiri yaitu jateng,kali ini beliau menuju kec wadas lintang,tepatnya di kalianget desa somogede,kec wadas lintang kab wonosobo.

Gus zainal santri ndeso bukan nama baru dalam dunia sepiritual dan dakwah melalui jalur sejarah,budaya dan pengobatan,selain bawaannya yg luwes dan supel beliau juga di kenal luas dakwahnya melauli pengenalan sejarah,budaya dan pengobatan gratis untuk segala jenis penyakit medis maupun non medis seperti yg di lakukan oleh para walisongo akan tetapi beliau tidak membuka praktek,hanya melayani orang yg membutuhkan pertolongan beliau dalam hal pengobatan saja.

Da’i nyentrik kelahiran desa selo kab grobogan,desa yg terkenal melahirkan tokoh tokoh besar khususnya para raja mataram islam ini melalui Ki Ageng selo,sang Waliulloh penangkap petir cucu dari Brawijaya V Raja Majapahit tersebut.

BeliaIu dikenal luas sebagai pembina Majelis istighotsah Padepokan Santri Ki Ageng Selo dan sekaligus pendiri Komunitas Sahabat Santri Ndeso se-Indonesia.

Dalam safari dakwahnya kali ini tertuju di sebuah pemandian air panas yg masih alami yg terletak di dusun kali anget,desa somogede,kec wadas lintang kab wonosobo,di situ beliau bukan hanya menemukan mata air dan pemandian kuno yg sangat luar biasa,tapi yg lebih mengagetkan lagi di situ terdapat situs kuno berupa punden prundak yg tertimbun tanah gundukan yg di perkirakan warisan dari abad 6-7 yaitu di zaman kerajaan kalingga yaitu di era Ratu shima,punden berundak sendiri adalah suatu tempat yg di sucikan atau di sakralkan oleh masyarakat jawa kuno seperti agama kapitayan yg ada sebelum masuknya islam di nusantara.

Dalam kunjungan silaturahminya di rumah Bapak warso selaku kepala desa somogede menuturkan,menurut cerita tutur masyarakat,penemu sumber mata air tersebut seorang musafir bernama ki Jadrana dari bagelen yg sekarang menjadi kab purworejo,situs ini bisa menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di kab wonosobo,khususnya di kec wadas lintang jika di tata kembali.

Khasiat mata air pemandian air panas somogede ini berbeda dari air panas pada umumnya,kalau pada umumnya hanya bisa di konsumsi untuk mandi,kalau di sini malah sudah di konsumsi untuk minum oleh masyarakat,menurut ketua bumdes bapak subagio,mata air pemandian kali anget ini telah lulus lab,bahkan perempat bulan sekali di cek terus ke laboratorium kesehatan.
Menurut gus zainal santri ndeso dalam pengamatannya yg di antaranya menggunakan ilmu titen, keilmuan pengobatan tradisional secara turun-temurun, Gus Zainal memiliki pandangan khusus mengenai keistimewaan lokasi dan mata air ini. Baginya, air di Pemandian Kali anget ini bukan sekadar air biasa, melainkan memiliki kelebihan yg luar biasa untuk penyembuhan segala penyakit.

“Air ini bermineral tinggi sehingga sangat berkhasiat untuk pengobatan berbagai jenis penyakit, terutama yang berhubungan dengan saraf dan persendian bahkan jika di minum di yakini bisa untuk mengobati diabetes,kesehatan jantung dan otak karena minerlanya sangat tinggi,penyakit lain seperti stroke, pegal linu, rematik, hingga menghilangkan stres dll, semuanya bisa terbantu, asalkan paham tata cara dan metode penggunaan nya,” ungkap Gus Zainal.

Gus Zainal menyarankan agar pemandian ini di tata kembali untuk menarik para wisatawan,lebih jauh, Gus Zainal menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung membantu meramaikan obyek wisata ini. Ia bersedia menggelar acara Dzikir pengobatan atau pengobatan gratis yang memadukan khasiat alam kalianget dengan keilmuan pengobatan tradisional yang dimilikinya.

“Ini bentuk wujud rasa cinta kami terhadap tanah air. Kami ingin membantu masyarakat dan Pemerintah dalam misi menyehatkan bangsa, berlandaskan semangat kemanusiaan,” tegas Gus Zainal.

Gus Zainal juga menegaskan prinsip hidupnya, ia tidak membuka praktik pengobatan komersial. Namun, siapa saja yang datang memohon bantuan dan pertolongan, akan langsung ia obati dan bantu sepenuh hati ujarnya.

( Gzn/Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *