BGN Hentikan Sementara Operasional 24 Dapur MBG di Grobogan, Insentif Ikut Dibekukan

GROBOGAN[Suarajavaindo] – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghentikan sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi nasional yang dilakukan terhadap ribuan dapur MBG di berbagai daerah guna memastikan standar keamanan pangan dan kualitas layanan tetap terjaga.

Berdasarkan data BGN, sebanyak 24 SPPG yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Grobogan untuk sementara tidak diperkenankan beroperasi hingga seluruh persyaratan dan standar operasional yang ditetapkan terpenuhi.

Selama masa penghentian sementara (suspend), dapur-dapur yang dinilai belum memenuhi ketentuan tidak akan menerima insentif operasional harian dari pemerintah. Penyaluran insentif baru akan kembali dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan bahwa fasilitas, sistem pengolahan makanan, serta prosedur operasional telah sesuai standar yang ditetapkan BGN.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. BGN menegaskan bahwa aspek keamanan pangan, kebersihan lingkungan, hingga kelayakan fasilitas dapur menjadi faktor utama dalam penilaian.

Penghentian operasional tersebut bukan kali pertama terjadi di Grobogan. Pada awal 2026, sejumlah dapur MBG di daerah itu juga sempat dihentikan sementara menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dan santri.

Hasil pemeriksaan saat itu menemukan sejumlah pelanggaran, di antaranya pengelolaan sampah yang tidak memenuhi standar serta fasilitas pencucian bahan makanan yang dinilai kurang layak.

Melalui kebijakan evaluasi menyeluruh ini, BGN berharap seluruh pengelola SPPG dapat segera melakukan perbaikan fasilitas dan tata kelola operasional sehingga pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan secara optimal dan aman bagi para penerima manfaat.

Sebanyak 24 SPPG yang disuspend tersebut tersebar di Kecamatan Gubug, Grobogan, Karangrayung, Penawangan, Tawangharjo, Godong, Brati, Kradenan, Purwodadi, Tegowanu, Tanggungharjo, dan Gabus.

BGN menegaskan bahwa penghentian sementara ini bukan untuk menghentikan program, melainkan sebagai langkah pengawasan dan pembinaan agar seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan, higienitas, dan kualitas pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah. (Darmanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *