UNGARAN[Suarajavaindo] – Pemerintah Kabupaten Semarang kembali menghadirkan Bursa Kerja (Job Fair) 2026 sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2026, di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang itu dibuka langsung oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Rabu (3/6/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat sejak acara dibuka. Usai seremoni pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong, ratusan pencari kerja langsung memadati stan-stan perusahaan untuk mencari informasi dan mengajukan lamaran pekerjaan.
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha mengatakan, penyelenggaraan job fair merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Semarang pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,36 persen atau sekitar 25.070 jiwa. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di daerah.
“Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah berpartisipasi membuka lowongan kerja. Kehadiran dunia usaha sangat penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ngesti.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak investor yang masuk dan membuka usaha di wilayah tersebut.
“Semakin banyak investasi yang masuk, maka peluang kerja bagi masyarakat juga akan semakin besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Semarang M. Taufiqurrahman menjelaskan, Job Fair 2026 diikuti 26 perusahaan dari berbagai sektor usaha yang menyediakan total 6.969 lowongan pekerjaan.
“Lowongan yang tersedia berasal dari berbagai bidang, mulai industri garmen, pariwisata, makanan dan minuman, hingga bisnis ritel. Ini menjadi kesempatan bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi dan minat mereka,” jelasnya.
Selain menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, job fair juga berfungsi sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan ketersediaan tenaga kerja di daerah. Melalui kegiatan ini, perusahaan dapat memperoleh calon pekerja yang sesuai kebutuhan, sementara pencari kerja mendapatkan akses langsung terhadap berbagai peluang karier.
Salah seorang pencari kerja, Gracela Stefani, mengaku datang dari Wonogiri untuk mengikuti job fair tersebut setelah memperoleh informasi melalui media sosial.
“Saya tahu ada acara ini dari Instagram. Semoga bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Dengan ribuan lowongan yang ditawarkan dan tingginya minat masyarakat, Job Fair Kabupaten Semarang 2026 diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pencari kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
